Thursday, January 10, 2019

Mungkinkah 365 Hari Menghasilkan 365 Tulisan?


Mungkinkah 365 Hari Menghasilkan 365 Tulisan? - Sudah tidak asing jika sesuatu yang mau dicapai perlu dibarengi dengan perencanaan. Pencapaian tidak hanya membutuhkan keinginan, tetapi butuh cara untuk mencapainya. Banyak orang yang ingin mencapai sesuatu, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Maka, tidak ada salahnya kita mencermati perkataan Benjamin Frangklin ini, dengan gagal merencanakan adalah tanda Anda sedang merencanakan kegagalan.

Hastag #365 berawal dari beberapa penulis yang sudah memulainya lebih dulu. Mereka terbukti sukses mencapainya. Saya khawatir pada diri sendiri jika saya tak mampu mencontohnya. Maka di tahun ini saya berupaya memulai agar saya pun bisa mencapainya. Jika ada orang lain yang bisa melakukannya, mengapa saya tidak?

Keinginan ini saya barengi dengan perencanaan. Saya tidak mau hanya sekedar menjadi ingin, tetapi tidak tahu perencanaan yang jelas untuk mencapainya. Jika itu terjadi, saya hanya akan merencanakan kegagalan sebagaimana kata Om Benjamin.

Agar memuluskan target ini, saya harus mempunyai wadah terlebih dahulu. Wadah itu berupa blog yang akan saya jadikan tempat untuk menampung tulisan selama #365 hari. Dengan demikian sudah satu kejelasan yang akan memuluskan target ini.

Langkah selanjutnya adalah memilih waktu. Saya pribadi sangat fleksibel dan tidak menarget jam berapa harus menulis. Bagi saya yang masih bekerja ini hanya mengandalkan waktu luang. Kapanpun itu, pagi, malam maupun siang akan saya manfaatkan untuk menulis jika luang.

Proses selanjutnya adalah selalu menerima input baik berupa ilmu dari hasil bacaan, nasihat orang lain atau hal-hal yang bisa saya ambil hikmahnya. Setiap penulis pun pasti melakukan hal demikian. Oleh karena itu saya berupaya selalu menerima input agar bisa menghasilkan tulisan yang bagus dan berkualitas setiap harinya. Tanpa ada input, mustahil saya bisa mengeluarkan output berupa tulisan. Nasehat klasik ini amat benar, baca, baca dan baca!.

Langkah terakhir adalah istiqomah dan ini yang berat. Tentu saya tidak mau gagal untuk mencapai target ini. Saya hanya berupaya menjalankan langkah ke satu sampai ketiga setiap hari. Sesibuk apapun, sebesar apapun cobaannya saya harus tetap menulis.

Istiqomah ini sangat selaras dengan motivasi yang kita miliki. Motivasi yang kuat akan menghasilkan rasa istiqomah yang mendalam. Tidak ada rahasia khusus bagaimana bisa konsisten menulis selain memiliki motivasi yang kuat. Dengan demikian, sangat mungkin bisa menulis #365 tulisan dalam setahun atau bahkan lebih dari itu.

Tinggal bagaimana kita merencanakan, lalu mengupayakan dan terakhir diitiqomahkan.

Hari ke #8 of #365

Kunci Keharmonisan Keluarga Menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyah


Kunci Keharmonisan Keluarga Menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyah - Memiliki keluarga yang harmonis merupakan dambaan semua orang. Namun, banyak orang yang berharap keluarganya harmonis tetapi belum mengetahui bagaimana caranya. Hanya ingin keluarga harmonis tanpa melakukan sesuatu akan sia-sia saja. Harapan akan tinggal harapan jika tak diupayakan.

Pada tulisan kali ini kita akan menyimak beberapa hal yang akan meningkatkan keharmonisan keluarga. Nasehat ini datang dari penulis buku Shaidul Khaatir, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah. Tentu kita sudah sangat kenal namanya dan tahu betapa luas ilmunya.

Beliau menyampaikan 3 hal dalam bukunya agar keluarga senantiasa harmonis, di antaranya:

1# Memilih Pasangan yang Shaleh/ah


Ibnu Qoyyim menulis, �seyogianya orang yang cerdas itu memilih wanita yang shalehah, dari rumah tangga yang shaleh, yang biasa menghadapi kefakiran agar ia dapat melipat apa-apa yang diperolehnya itu banyak (read: berkah).� (hal: 557)

Tentu tidak hanya memilih wanita yang shalehah, wanita pun berhak memilih laki-laki yang shaleh agar keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT membawa cahaya cinta di dalam keluarga. Sehingga setiap masalah dan musibah akan dihadapinya dengan tabah. Sementara kenikmatan dan kekayaan akan menjadi kesyukuran.

Pasangan yang shaleh/ah juga akan mencegah seseorang berbuat tak adil, kasar, dan akhlaq yang tak terpuji. Keduanya mengenal Allah SWT begitu dekat. Keduanya mendekatkan diri kepada Alllah SWT sehingga Allah SWT menjadi keluarganya terhindar dari keburukan.

Mari menjadi suami yang shaleh dan menjadi istri yang shalehah agar keluarga menjadi berkah, penuh sakinah, banyak mawaddah serta khusnul khatimah.

2# Saling Melengkapi, Bukan Mencaci

Masih dalam pandangan Ibnu Qoyyim, di antara manusia ada yang memandang enteng perkara-perkara ini, sehingga ia melihat istrinya dengan merendahkan, dan suami pun balas merendahkan. (hal: 558)

Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Tidak ada manusia yang tidak memiliki kekurangan kecuali manusia-manusia pilihan Allah SWT yang disucikan serta dimuliakan seperti Nabi dan Rasul. Oleh karenanya sebagai manusia biasa yang tak lepas dari kekurangan seyogianya tidak perlu merendahkan satu sama lain.

Seorang suami sebagai kepala keluarga hendaknya menutupi kekurangan istri lalu melengkapinya. Suami yang lambat laun akan mengetahui kekurangan istri akan membantu istri agar mengubah kekurangannya menjadi kelebihan. Suami yang sukses akan berupaya memperbaiki kekurangan istri, bukan sebaliknya, malah dicaci atau dihina. Suami harus sadar bahwa ia pun memiliki kekurangan. Sehingga tidak perlu membenci, tetapi justru berupaya memperbaiki.

Seorang istri yang mengetahui kekurangan suami hendaknya menutupi jua. Godaan istri untuk menceritakan kekurangan suami lebih besar cobaannya. Di warung, perkumpulan dan di tempat-tempat berkumpulnya wanita akan memicu bongkar aib keluarga. Namun, istri yang shalehah seyogianya menahan diri untuk menutupi segala kekurangan suami maupun keluarga dengan tidak menceritakannya di hadapan orang lain.

Ada contoh dari Sayyidah Aisyah radiyallahu anhu tentang bagaimana ia menutupi apa yang Rasulullah SAW lakukan. Ia mengatakan, aku tidak pernah melihatnya (kemaluan) Rasulullah SAW. Ia juga tidak pernah melihatnya dariku. Dan pada suatu malam beliau bangun dalam keadaan telanjang. Maka aku tidak pernah melihat badannya sebelumnya. (hal: 557)

Dari kisah ini dapat diambil hikmah bahwa saling menutupi aib itu penting. Dan apa yang dilakukan Sayyidah Aisyah ra. adalah upaya untuk tidak melihat kekurangan pasangan sehingga terhindar dari mencari-cari kesalahan dan aib suaminya. Tentu ini pun bisa ditiru oleh suami untuk tidak fokus pada kekurangan istri, tetapi fokus pada kelebihan istri.

Hal ini akan menambah rasa cinta di antara keduanya. Kuncinya saling melihat pada kebaikan pasangan, bukan kekurangannya. Namun bila ada salah satu yang mempunyai kekurangan selain ditutupi juga diperbaiki. Lambat laun kekurangan itu akan hilang dengan sendirinya

3# Penuhi dengan Cinta

Masih dalam pandangan Ibnu Qoyyim, beliau menyampaikan, kunci hubungan suami istri adalah cinta. Tentu makna dari ini adalah cinta kepada Allah SWT, rasul-Nya serta orang-orang yang beriman. Dengan kecintaan kepada Allah SWT, maka akan mudah mencintai makhluk-Nya.

Pasangan yang saling mencintai karena Allah SWT akan berupaya selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Sehingga timbul rasa cinta kepada pasangan karena akibat dari kecintaannya kepada Allah SWT. Ia akan sibuk mendekatkan diri dan pasangan kepada-Nya; visi misi pernikahannya menuju surga; sisi kehidupannya ibadah; dan segala kekurangan yang ada di dalam diri pasangan adalah ladang dakwah untuk sama-sama saling memperbaiki. Bukan sebaliknya malah mencaci atau merendahkan.

***

Demikianlah tiga nasehat dari Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dalam bukunya berjudul Shaidul Khaatiragar pernikahan tercipta keharmonisan keluarga. Semoga kita bisa mengamalkan 3 nasehat ini baik sekarang (yang sudah menikah) ataupun di masa depan (yang belum menikah). Aamiin.

Hari ke #7 of #365 day

Monday, January 7, 2019

Keterampilan Dasar yang Harus Dimiliki Wanita Karir Agar Dirindukan Anaknya


Dalam suatu kajian Ustadz Bendri menyampaikan, ada dua hal keterampilan dasar seorang ibu rumah tangga atau wanita karir yang akan membuat anak selalu merindukannya. Dua keterampilan ini yang akan membuat seorang anak akan merindukan ibunya dalam keadaan apapun. Saat susah maupun senang sang anak akan tetap merindukan rumah karena dua hal yang sering dilakukan ibunya.

Pertama, seorang ibu akan selalu dirindukan oleh anak karena masakannya. Lidah sang anak akan terbiasa dengan rasa dan aroma masakan ibu karena telah bertahun-tahun tinggal bersama. Kelak, jika ia sudah berkeluarga atau berada jauh dari ibunya maka yang selalu dirindukan adalah masakan ibu di rumah.

Saya pribadi selalu merindukan masakan ibu. Saya merasa masakan ibu lebih mantap ketimbang masakan lain. Alasannya masakan ibu selalu pas di lidah saya dan alasan kedua saya sudah terbiasa dengan masakan ibu. Bahkan, saya pernah keceplosan mengomentari masakan istri yang tidak seenak masakan ibu. Tentu saja membuat istri saya marah sekaligus termotivasi untuk belajar memasak lagi.

Dari kisah saya ini dapat disimpulkan jika seorang anak telah terbiasa masakan ibu maka akan sulit menerima masakan lain yang tidak seenak masakan ibunya.

Contoh yang lain, Tere Liye menyampaikan pada acara workshop kepenulisan di Jakarta, ada yang sangat ia istimewakan saat pulang ke rumah, yaitu masakan ibunya.

Dari dua contoh yang ada maka kemungkinan besar anak yang sudah hidup bertahun-tahun dengan ibunya akan lebih merasa nyaman dengan masakan ibu ketimbang masakan orang lain. Oleh karena itu keterampilan dasar pertama yang harus dimiliki oleh seorang ibu adalah memasak.

Kedua, seorang ibu akan selalu dirindukan anaknya karena jago memijit. Menurut Ustadz Bendri dalam suatu kajian, seorang anak akan dengan sendirinya bercerita saat dipijit ibunya. Anak akan mudah terbuka dan menceritakan apa saja saat dipijit ibunya. Alasannya, saat dipijit ibu anak akan merasa dekat dan merasa nyaman. Sehingga saat kondisi seorang anak merasa dekat dan nyaman ia akan mudah menceritakan apa yang ia rasakan.

Hal ini akan membuat seorang ibu tahu selak-beluk kondisi anaknya. Bahkan tanpa sang ibu meminta anak bercerita, terkadang anak malah bercerita duluan tanpa diminta.

Benar-benar hebat pengaruh pijitan seorang ibu.

Wanita Karir, Kesibukan dan Peluang Usaha Dekat dengan Anak

Secara psikologi seorang ibu yang berprofesi sebagai wanita karir sangat menginginkan kedekatan dengan anaknya. Hanya saja ia terbentuk dengan kondisi mendesak yang harus membuatnya bekerja. Efek dari itu, ia akan kehilangan waktu bersama dengan anaknya. Oleh karena itu wanita karir pun seyogianya mempunya dua keterampilan dasar ini agar anak tidak merasa diabaikan.

Misalnya setelah pulang bekerja sang ibu bersedia memasak meski lelah dan sebelum berangkat kerja sang ibu tak lupa membuat sarapan untuk anaknya. Lalu saat malam sebelum anak tidur sang ibu mengupayakan memijat anaknya sampai tertidur pulas, atau menemaninya ngobrol walau sebentar saja untuk membangun kedekatan.

Wanita karir sadar waktunya banyak dihabiskan di luar rumah. Maka dari itu secapek apapun kondisi ibu, sebesar apapun masalah yang ia tengah hadapi, tetaplah beri kesempatan untuk anak menikmati pelayanan ibunya. Sebab, anak lebih berhak menjadi prioritas sang ibu untuk mendapatkan perhatian lebih dibanding pekerjaannya. Jangan sampai, perhatian kita lebih besar ke pekerjaan ketimbang anak.

Mudah-mudahan dengan dua keterampilan dasar ini anak kita akan terus mencintai, menyayangi dan merindukan pulang karena kehadiran ibunya.

Catatan:

Sebagian ibu ada yang memilih bisnis sampingan. Misalnya bisnis online. Harapannya, dengan melakukan bisnis online yang dikerjakan di rumah ada banyak waktu dekat untuk anaknya.


Saturday, January 5, 2019

Cara Memasarkan Usaha Lokal dengan Blog

sumber: www.ekbis.sindonews.com
Cara Memasarkan UsahaLokal di Blog  Dewasa ini memasarkan atau mempromosikan usaha lokal, bisnis lokal, atau jasa lokal tidak sesulit dulu. Jika zaman dahulu kita kesulitan untuk mengakses jaringan dan membutuhkan modal besar agar usaha dikenal luas, sekarang sudah tidak lagi.

Salah satu media yang cocok digunakan untuk memasarkan usaha, bisnis, atau jasa adalah melalui blog.

Mengapa blog?

Karena banyak pengguna internet yang punya kebiasaan mencari sesuatu melalui internet. Betul apa betul?

Misalnya jika ingin mencari pelatihan menulis di Jakartamaka kita akan membuka google, kan? Itu memang sudah menjadi kabiasaan yang sudah melekat di masyarakat.

Sangat jarang ditemukan kebiasaan masyarakat yang mencari suatu usaha lokal di instagram, facebook atau marketplace.

Mengapa jarang?

Alasan pertama instagram, facebook dan sejenisnya merupakan media sosial yang hanya sedikit orang berjualan di dalamnya. Semua orang tahu yang nemanya media sosial fungsinya lebih kepada pertemanan meskipun banyak pula digunakan sebagian orang untuk berjualan. Jikapun ada yang berjualan, tentu tidak banyak.

Alasan kedua marketplace. Meski menjual banyak produk dan pilihan. Nyatanya marketplace lebih diminati pengguna smartphone, kan? Nah, kebanyakan masyarakat hanya punya satu atau dua aplikasi marketplace.  Jika demikian, peluang mencari usaha lokal yang benar-benar kita tuju sangat terbatas.

Maka dari itu pencarian melalui Google-lah yang banyak diminati untuk mencari usaha lokal melalui jejaring internet.

Ini jadi kesempatan buat kita selaku pebisnis usaha lokal untuk memasarkan, mempromosikan usaha lokat melalui blog.

Lantas, bagaimana caranya?

1# Membuat Blog

Saat ini sudah banyak blog yang cukup popular. Ada yang gratis semisal blogger.com, wordpress.com dsb. Bagi pengusaha yang baru merintis tidak mengapa memakai blog gratisan terlebih dahulu.

Namun, jika usaha kita sudah besar ada baiknya mulai memakai domain yang lebih disukai Google. Untuk penjelasan tentang domain apa yang cocok dengan usaha yang kamu jual akan saya jelaskan pada tulisan berikutnya. Silahkan subscribe dulu blog saya ini J

2# Memasarkan dan Mempromosikan Usaha

Agar usaha kamu bisa dikenal jejaring internet ada baiknya mempunyai target domain yang sesuai dengan usaha kamu. Misalnya: kamu punya bisnis jasa Pelatihan Menulis di Jakarta. Baiknya memilih domain pelatihanmenulisjakarta.com atau jika menggunakan blogger bisa pelatihanmenulisjakarta.blogspot.com

Kebayang, kan?

Dengan domain seperti itu jelas akan memicu usaha kamu semakin dikenal luas oleh google.

Mantab!

Jangan lupa untuk memasang keyword yang sesuai dengan blog kamu ya. Penjelasannya tentang bagaimana memasang keyword insya Allah saya jelaskan ke depannya. Subscribe ya!

3# Mengerahkan ke Target Lokal

Bagaimana caranya? Mudah banget.

Pertama, judul blog sebaiknya mentargetkan siapa saja calon pembeli usaha kamu. Missal domain kamu adalah pelatihanmenulisjakarta.com, nah, sebaiknya gunakanlah judul blog: PelatihanMenulis Murah di Jakarta atau Pelatihan Menulis di Daerah Jakarta

Kedua, keyword dan deskripsi blog sebaiknya memicu ke target lokal usaha kamu. Missal keywordnya: pelatihan menulis Jakarta, pelatihan menulis di Jakarta, pelatihan menulis di daerah Jakarta, pelatihan menulis di jabodetabek dsb.

Gampang kan?

4# Kenalkan Usaha Kamu dengan Detail

Beberapa hal yang tidak boleh terlewat adalah mengenalkan usaha kamu semenarik mungkin. Misalnya: foto tempat usaha, detail usaha, tarif, foto hasil usaha / produk, testimoni, dan kontak. Kamu boleh menambahkan hal lainnya jika itu bisa membuat usahamu semakin menarik.

***

Jika kamu memulai dan tekun mempelajari dan mempraktikan cara memasarkan, mempromosikan usaha lokal dengan empat cara di atas, besar kemungkinan usaha lokalmu akan laris di pasaran. Aamiin.

Tak lupa ditambah dengan sholat, doa, dhuha, sedekah, zakat, dan amal shaleh lainnya semakin menambah kemungkinan usahamu akan meroket ke seluruh angkasa. Aamiin.

Friday, January 4, 2019

Hikmah Naik KA dari Serang Jakarta - Bogor

Hikmah Naik KA dari Serang  Jakarta - Bogor - Sebagian kalangan mungkin sudah biasa menaiki bus jurusan Kampung Rambutan  Merak untuk sampai ke Serang. Beberapa bus yang saya kenal di antaranya Arimbi dan Primajasa. Untuk ongkosnya kisaran 30.000 sampai 35.000.

Namun, saat kemarin saya menuju Bogor kita cari alternatif yang lebih murah dan menyenangkan ketimbang naik bus. Kami memutuskan naik kereta Lokal dan Commuter Line.

Mungkin di antara kalian ada pula yang ingin menggunakan angkutan kereta api menuju Serang, Cilegon atau Merak dengan harga yang sangat murah.

Sebelum saya memutuskan naik kereta saya ingat salah satu nasehat Khadijah (red: istri), apa-apa itu harus dicatat. Ternyata nasehat itu berguna juga untuk perjalanan dari Serang- Bogor dengan kereta.
Awalnya saya mencari informasi jadwal keberangkatan KA Lokal Merak  Rangkasbitung dan Commuter Line jurusan Rangkasbitung  Tanah Abang. Setelah itu saya cocokan jadwalnya agar kami tepat waktu dan tidak menunggu lama di stasiun transit Rangkasbitung.

Setelah mendapatkan jadwalnya, saya pun mencari tahu harga tiket Serang  Rangkas yang ternyata sangat terjangkau. Cukup 3000 rupiah saya kita sudah sangat nyaman duduk di KA yang berAC dan fasilitas toilet yang nyaman. Selain itu, keretanya bersih dan sudah tidak penuh dengan penjual lagi.

Sangat terjangkau bukan?

Sampai di stasiun Rangkasbitung kami melanjutkan naik KRL Commuter Line jurusan Tanahabang. Untuk informasi tiket hanya membutuhkan kisaran 3000 sampai 8000 saja. Namun, kami memilih langsung membeli tiket jurusan Citayam. Hal ini akan memudahkan kami tidak membeli tiket lagi di stasiun Tanahabang.

Uang yang kami keluarkan hanya 12.000 saja. Tentu harga yang sangat terjangkau dengan fasilitas kereta berAC yang nyaman. Jika ditotal untuk sampai citayam kami hanya mengeluarkan biaya sebesar 15.000 saja per orang untuk sampai di Citayam.

Berbeda ketika kami memutuskan naik bus. Jika dihitung maka:

Naik bus dari Serang ke Kp. Rambutan 30.000
Naik angkot dari Kampung Rambutan ke Stasiun Tanjung Barat 6000 per orang
Lalu naik KRL dari stasiun Tanjungbarat ke Citayam 3000

Total yang harus dikeluarkan adalah 39.000 per orang.

Wah dengan naik kereta kita hanya mengeluarkan 50% biaya dari naik bus.

Keren kan?

Nah, buat yang ingin pergi menuju Merak atau dari Merak ke Jakarta / Bogor silahkan mencoba naik KA saja. Selain lebih murah harganya juga sangat nyaman dengan fasilitas yang disediakan.

Jadi, jangan ragu-ragu naik KA ya.

Tuesday, January 1, 2019

Liburanmu Dipakai untuk Apa?


Liburanmu dipakai untuk apa? Setiap orang mendambakan liburan untuk rehat sejenak dari aktifitas-aktifitas yang dilakukannya. Liburan menjadi momen yang menyenangkan untuk ditunggu dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Namun yang jadi pertanyaan adalah dipakai untuk apa? Apakah untuk hal-hal yang bermanfaat dan menambah bekal untuk hari esok ataukah sia-sia tak berguna?

Jelas ini yang menjadi pertanyaan untuk diri kita sendiri. Liburanmu dipakai untuk apa? Betapa banyak dari kita yang leha-leha dan melakukan aktifitas yang tidak produktif. Sehingga, waktu kita malah menjadi sia-sia. Jika demikian, bukankah kita akan menyesal?

Liburanmu dipakai untuk apa? Jangan-jangan tanpa kita sadari kita malah diperbudak oleh waktu. Sehingga, kita tidak memanfaatkannya untuk hal-hal kebaikan. Jangan-jangan, kita terlalu terlena oleh liburan dengan dalih mager, bedrest dan sebagainya.

Liburanmu dipakai untuk apa? Bahkan para ulama lebih sering menggunakan waktunya untuk ibadah dan melakukan aktifitas yang bernilai pahala. Mereka tak berat untuk shalat, menulis, berdakwah dan menuntut ilmu. Bagaimana dengan diri kita?

Liburanmu dipakai untuk apa?

Jangan-jangan malah tidur-tiduran saja. Malas kemana-mana. Berat melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri kita sediri seperti silaturahmi, bercocok tanam, berkarya dan giat melakukan amal shaleh.

Saudaraku, waktu tidak akan terulang lagi. Kita tidak akan bisa kembali sedetikpun. Kematian terus mendekati. Umur semakin berkurang. Apakah kita pantas mengisi liburan dengan sia-sia? Selagi ada kesempatan, mari sama-sama kita berhijrah setiap hari. Jangan tunggu nanti. Karena tidak ada yang tahu kapan kita mati. Semoga jannah yang menanti. Aamiin Ya Rabbul Izzati.